Faktamakassar.id, NASIONAL – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan konfirmasi terkait kondisi operasional hulu minyak dan gas bumi (migas) pasca bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.
Pihak kementerian menegaskan bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di beberapa titik tidak memberikan dampak signifikan terhadap capaian lifting migas nasional.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan hal tersebut secara langsung kepada awak media untuk menepis kekhawatiran gangguan pasokan energi.
“Enggak. Enggak ada dampak besar,” ujar Laode Sulaeman ketika ditemui di Jakarta, Rabu (10/11/2025).
Berdasarkan data pemetaan Kementerian ESDM tahun 2024, memang terdapat sejumlah Wilayah Kerja (WK) atau blok migas yang beroperasi di zona terdampak bencana, meliputi wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Beberapa fasilitas produksi vital yang berada di kawasan tersebut antara lain Blok A di Aceh Timur yang dikelola oleh PT Medco E&P Malaka dengan rata-rata produksi 1.055 BOPD.
Selain itu, terdapat Blok B di Aceh Utara yang dikelola oleh PT Pema Global Energi dengan produksi rata-rata 833 BOPD, serta blok North Sumatera Offshore (NSO) yang dioperasikan oleh Pertamina Hulu Energi (PHE) NSO dengan rata-rata produksi 40 BOPD. Operasional di titik-titik tersebut dipastikan tetap berjalan tanpa gangguan berarti.
Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah menyampaikan optimisme terkait target lifting migas tahun 2025. Ia meyakini volume produksi mampu melampaui angka 605 ribu barel per hari (bph), sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.
Bahlil menuturkan bahwa pencapaian ini menjadi catatan sejarah tersendiri.
“Untuk pertama kalinya sejak 2008, lifting minyak Indonesia berhasil mencapai target yang termaktub di dalam APBN. Pada 2024, lifting minyak Indonesia berada di angka 580 ribu barel per hari,” tutur Bahlil.
Tren positif ini terlihat dari peningkatan produksi pada periode Januari hingga Oktober 2025. Terdapat kenaikan sebesar 28,48 ribu barel per hari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Jika pada Januari–Oktober 2024 produksi berada di angka 577,02 ribu barel per hari, maka pada periode yang sama tahun 2025, produksi minyak bumi termasuk kondensat (NGL) sukses menembus angka 605,5 ribu barel per hari. Angka ini sedikit melampaui target APBN yang dipatok sebesar 605 ribu barel per hari.















