Kemen PU dan Hutama Karya Teken Kontrak Pembangunan Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut

Ilustrasi - Desain Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut. (Dok. Ist)

Faktamakassar.id, NASIONAL – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memulai tahapan konstruksi infrastruktur strategis di Kalimantan Selatan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan kontrak dan nota kesepakatan proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut yang bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU, Roy Rizali Anwar, menyatakan bahwa penandatanganan ini menjadi landasan penting dimulainya pembangunan fisik. Proyek ini dirancang sebagai infrastruktur kunci untuk melengkapi sistem transportasi darat yang sudah ada.

“Kesepakatan ini memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam pembangunan jembatan, pengembangan koridor Lintas Tengah Pulau Laut, serta penataan dan penyempurnaan jalur Banjarbaru–Tanah Bumbu agar lebih aman, lancar, dan sesuai standar, sehingga pelaksanaan konstruksi dapat berjalan secara profesional dan akuntabel,” ujar Roy Rizali Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hutama Karya Pimpin Konsorsium

Dalam pelaksanaannya, PT Hutama Karya (Persero) dipercaya sebagai pemimpin konsorsium melalui skema Kerja Sama Operasi (KSO). Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Executive Vice President (EVP) Divisi Sipil Umum Hutama Karya, Rizky Agung, bersama mitra KSO lainnya.

Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kapabilitas Hutama Karya dalam menangani proyek infrastruktur berskala besar. EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan komitmen perusahaan untuk mengerjakan proyek Jembatan Penghubung Pulau Kalimantan–Pulau Laut ini dengan mengutamakan ketepatan mutu, waktu, dan aspek keselamatan.

“Melalui proyek ini, Hutama Karya berkomitmen menghadirkan infrastruktur yang berperan sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi, memperkuat keterhubungan antarwilayah, serta mendukung pemerataan pembangunan nasional,” kata Mardiansyah.

Spesifikasi Teknis Jembatan

Secara teknis, jembatan ini akan memiliki total panjang lebih dari 1.000 meter. Struktur utama jembatan menggunakan tipe cable stayed dengan bentang utama sepanjang sekitar 500 meter dan bentang pendekat lebih dari 500 meter. Konstruksi ini akan ditopang oleh dua pylon setinggi kurang lebih 100 meter menggunakan beton mutu tinggi.

Guna meningkatkan efisiensi perencanaan dan pengendalian konstruksi, proyek ini akan menerapkan teknologi Building Information Modeling (BIM).

Kehadiran jembatan ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, mulai dari kelancaran mobilitas, percepatan distribusi logistik, hingga mendorong tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru dan menarik investasi di Kalimantan Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *