Faktamakassar.id, NASIONAL – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mencatatkan kinerja positif dalam aspek pengelolaan keuangan negara. Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, melaporkan bahwa realisasi anggaran Perpusnas pada Tahun Anggaran 2025 berhasil menembus angka 98,93 persen.
Laporan kinerja tersebut disampaikan secara langsung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu. Aminudin merinci, dari total pagu efektif sebesar Rp589.590.203.000, pihaknya berhasil menyerap dana sebesar Rp583.255.393.296.
“Dari jumlah itu, yang bisa direalisasikan ada 98,93 persen, yaitu Rp583,255 miliar, sedangkan yang tidak terserap itu ada Rp6,334 miliar,” kata Aminudin.
Penyerapan Biro SDM Tertinggi
Dalam pemaparannya, Aminudin menjelaskan bahwa pos anggaran dengan tingkat penyerapan tertinggi berada pada Biro Sumber Daya Manusia (SDM). Unit ini mencatatkan realisasi mencapai 99,98 persen, atau menyerap sekitar Rp76,5 miliar dari total pagu Rp76,6 miliar.
Capaian realisasi anggaran Perpusnas yang tinggi ini mendapat sambutan positif dari pihak legislatif. Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, memberikan apresiasi atas efektivitas penggunaan anggaran tersebut.
“Kami mengapresiasi realisasi anggaran Perpusnas Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp583.255.393.296 atau sebesar 98,93 persen dari pagu,” ujar Hetifah.
Untuk tahun anggaran 2026, Komisi X DPR mendorong Perpusnas untuk tidak hanya mempertahankan kinerja keuangan, tetapi juga meningkatkan dampak nyata program terhadap tingkat literasi di Indonesia.
Fokus Layanan dan Digitalisasi
Sebelumnya, Perpusnas telah menetapkan fokus pelayanan publik pada tiga program prioritas sepanjang 2025. Program tersebut meliputi penguatan budaya membaca dan kecakapan literasi, pengarusutamaan naskah Nusantara, serta standardisasi dan akreditasi perpustakaan.
“Kegiatan literasi itu akan berhubungan langsung dengan masyarakat. Akses masyarakat untuk bisa membaca di Perpustakaan Nasional, di perpustakaan desa, kabupaten/kota, provinsi, tetap kami utamakan supaya mereka tetap memiliki kesempatan luas untuk meningkatkan budaya membaca dan kecakapan literasinya,” jelas Aminudin.
Menutup laporannya, Aminudin menegaskan komitmen Perpusnas untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui layanan fisik maupun digital. Fokus utama lainnya adalah percepatan alih media bahan pustaka.
“Tahun ini (2025) kami akan lebih fokus untuk mengolah buku cetak yang diserahkan sesuai dengan Undang-undang tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam agar dapat segera dilayangkan langsung dan dimanfaatkan secara digital,” pungkasnya.















