FAKTAMAKASSAR.ID – Isu anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut-sebut mencapai Rp335 triliun hingga Rp400 triliun ramai beredar di media sosial. Bahkan, muncul tudingan bahwa anggaran MBG diambil dari pos anggaran pendidikan. Namun, klaim tersebut dipastikan tidak benar.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa pagu anggaran BGN untuk tahun 2026 sebesar Rp268 triliun, bukan Rp335 triliun sebagaimana yang beredar luas. Penegasan itu disampaikan Kepala BGN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI.
Menurut Nanik, anggaran MBG bersumber dari efisiensi belanja seluruh kementerian dan lembaga, bukan dari pemotongan anggaran pendidikan.
“Dan seperti disampaikan Pak Purbaya, pagu itu diambil dari efisiensi semua kementerian dan lembaga.” ungkap Nanik dalam unggahan media sosialnya yang dikutip redaksi, Kamis (22/1/2025).
Ia menyebut narasi yang menyatakan MBG mengambil anggaran pendidikan sebagai fitnah yang sengaja diciptakan untuk membenturkan sektor pendidikan dengan program pemenuhan gizi.
“Jika ada yang menulis bahwa anggaran pendidikan lebih rendah dari MBG dan anggaran MBG diambil dari anggaran pendidikan itu tidak benar dan menyesatkan (hoax),” ujar Nanik.
Ia juga mengungkapkan bahwa anggaran pendidikan nasional tahun 2026 justru mencapai Rp757,8 triliun, meningkat 9,8 persen dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp690 triliun. Anggaran tersebut dialokasikan untuk tiga sasaran utama.
Pertama, sebesar Rp301,2 triliun dialokasikan bagi siswa dan mahasiswa melalui berbagai program bantuan dan beasiswa, termasuk KIP Kuliah dan Bidikmisi.
Kedua, Rp274,7 triliun diperuntukkan bagi tenaga pendidik dalam bentuk tunjangan profesi guru dan dosen.
Ketiga, Rp150,1 triliun digunakan untuk pembangunan sarana-prasarana serta operasional pendidikan.
Sementara itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperoleh pagu anggaran sebesar Rp55,4 triliun pada tahun 2026.
Dengan komposisi tersebut, Nanik menegaskan tidak ada satu pun pos anggaran pendidikan yang dialihkan untuk membiayai program MBG. Bahkan, anggaran untuk tenaga pendidik secara nominal jauh lebih besar dibandingkan pagu MBG tahun 2026.
“Dari data ini jelas, anggaran pendidikan tidak berkurang dan tidak diambil untuk MBG,” pungkasnya.[mut]















