PMI Sumut Buka Layanan Pemulihan Hubungan Keluarga bagi Korban Banjir Tapanuli Tengah

Relawan PMI Sumut (kanan) membantu seorang warga mencari anggota keluarga akibat bencana banjir dan longsor di Desa Hutanabolon, Kabupaten Tapanuli Tengah. (Dok. Ist)

Faktamakassar.id, NASIONAL – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara memberikan layanan khusus berupa Restoring Family Link (RFL) atau pemulihan hubungan keluarga bagi penyintas bencana banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah. Layanan ini bertujuan untuk menyatukan kembali anggota keluarga yang terpisah atau kehilangan kontak saat situasi darurat terjadi.

Layanan kemanusiaan ini difokuskan di beberapa titik terdampak, salah satunya Desa Hutanabolon, Kecamatan Tukka. Selain menyalurkan bantuan logistik dan kesehatan, PMI menilai bahwa kepastian informasi mengenai keberadaan anggota keluarga merupakan kebutuhan mendesak bagi para pengungsi.

Membantu Komunikasi di Situasi Darurat

Koordinator RFL PMI Sumut, Frisca Novasi Saragih, menjelaskan bahwa bencana besar sering kali merusak infrastruktur komunikasi, sehingga warga kesulitan menghubungi kerabat mereka. Melalui RFL, relawan PMI turun langsung mendata warga dan memfasilitasi sarana komunikasi.

“Selain distribusi bantuan dan kesehatan, PMI juga menghadirkan layanan restoring family link (RFL/pemulihan hubungan keluarga),” kata Frisca Novasi Saragih di Tapanuli Tengah, Ahad (1/2/2026).

Petugas di lapangan membantu warga dengan menyediakan telepon gratis, melacak keberadaan anggota keluarga, hingga menyampaikan pesan keluarga secara aman. Hingga saat ini, puluhan warga telah memanfaatkan fasilitas tersebut untuk mencari kepastian kondisi sanak saudara mereka.

Prioritas bagi Lansia dan Anak-anak

PMI memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lanjut usia dan anak-anak yang terpisah dari keluarga saat proses evakuasi. Selain bantuan teknis komunikasi, relawan juga memberikan dukungan psikososial ringan untuk mengurangi rasa cemas para penyintas.

“Relawan PMI mendata warga, membantu menghubungi kerabat lewat telepon hingga memfasilitasi pesan keluarga agar tersampaikan dengan cepat dan aman,” ujar Frisca.

Frisca menambahkan bahwa bencana tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga memberikan beban mental yang berat bagi mereka yang kehilangan kontak dengan orang tercinta. Kehadiran layanan pemulihan hubungan keluarga diharapkan mampu memberikan ketenangan batin bagi warga di pengungsian.

“Melalui layanan restoring family link, PMI hadir memastikan mereka bisa kembali terhubung, dan mendapat kabar satu sama lain. Ini bagian penting dari pemulihan psikososial penyintas,” jelasnya.

Bagi warga yang masih merasa kehilangan kontak dengan anggota keluarganya, PMI mengimbau agar segera mendatangi pos layanan terdekat. Menyatukan kembali ikatan keluarga merupakan bagian integral dari proses pemulihan pascabencana yang menyeluruh.

“Bagi kami, menyatukan kembali keluarga sama pentingnya dengan memberikan bantuan fisik. Karena harapan dan ketenangan batin adalah bagian dari proses pemulihan,” pungkas Frisca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *