Faktamakassar.id, INTERNASIONAL – Pemerintah Kanada saat ini tengah berkoordinasi secara intensif dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) beserta sejumlah mitra internasional lainnya untuk merespons kejadian darurat medis wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius pada Rabu (6/5/2026). Kapal berbendera Belanda tersebut kini dilaporkan tengah berlabuh di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat.
Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand menegaskan komitmen negaranya dalam menangani krisis kesehatan global yang tengah terjadi di atas armada wisata tersebut melalui sebuah pernyataan publik yang dirilis baru-baru ini.
“Pemerintah Kanada siap menangani wabah Andes Hantavirus di kapal pesiar MV Hondisu, berkolaborasi dengan mitra internasional dan WHO,” kata Anand dalam pernyataannya di platform X.
Anand lebih lanjut menjelaskan bahwa Kantor Urusan Global Kanada secara aktif sedang membangun koordinasi dengan otoritas pemerintahan setempat. Pihaknya juga telah menghubungi secara langsung pihak berwenang di lapangan untuk memberikan dukungan penuh kepada warga negara Kanada yang saat ini masih tertahan di atas kapal tersebut.
Sebagai langkah antisipasi dan pelindungan warga negara, pemerintah Kanada telah mempersiapkan skenario evakuasi maupun pendampingan khusus.
“Kantor Urusan Global Kanada akan menempatkan petugas konsuler di lokasi saat kapal tiba di pelabuhan untuk membantu warga Kanada saat mereka turun dari kapal,” ujar Anand.
Dalam keterangan resminya, ia juga memastikan kepada publik bahwa hingga saat ini belum ada satu pun warga negara Kanada di dalam kapal pesiar tersebut yang dilaporkan terinfeksi atau menunjukkan gejala klinis. Berdasarkan manifes perjalanan wisata tersebut, diketahui terdapat empat warga negara Kanada di antara ratusan penumpang yang ada.
Insiden wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius ini memicu kewaspadaan global karena telah menginfeksi sejumlah orang dan dilaporkan menyebabkan kematian tiga orang penumpang. Kapal pesiar yang membawa sekitar 150 penumpang dan awak dari berbagai negara tersebut diketahui sebelumnya telah melakukan pelayaran kutub selama sepekan dari Ushuaia, Argentina menuju kawasan Antartika, sebelum akhirnya mengubah haluan menuju perairan Tanjung Verde.
Berdasarkan analisis epidemiologi dari pihak WHO, wabah yang menjangkiti kapal tersebut diidentifikasi secara spesifik sebagai varian Andes Hantavirus. Varian jenis ini mendapat perhatian sangat serius dari kalangan medis internasional karena tercatat sebagai satu-satunya varian Hantavirus yang memiliki kemampuan penularan langsung dari manusia ke manusia.
Sebagai langkah mitigasi darurat guna mencegah laju penularan di ruang tertutup, seluruh penumpang saat ini diinstruksikan dengan ketat untuk membatasi interaksi fisik dan mengisolasi diri secara mandiri di dalam kabin masing-masing sembari menunggu proses evakuasi medis dan sterilisasi kapal.















