FAKTAMAKASSAR.ID – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD Kota Makassar), Sulawesi Selatan (Sulsel) menilai pendampingan anak di era digital dinilai penting agar mereka dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar tanpa kehilangan nilai karakter dan budaya.
“Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional. Mereka perlu didengar, didampingi, diberikan ruang untuk berekspresi, bermain, belajar, dan bertumbuh sesuai dengan tahapan usianya,” kata Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa.
Pernyataan ini disampaikannya dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kota Makassar dengan subtema ‘Menelusuri Jejak La Galigo, Belajar, Berkarya, dan Bertumbuh Bersama’ pada Ahad (2/8/2026).
Keluarga memiliki peran utama membangun karakter anak dan mendampingi mereka menghadapi berbagai tantangan perkembangan teknologi.
Kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan berkreasi tanpa mengabaikan nilai karakter, budaya daerah, dan interaksi sosial.
Seluruh elemen masyarakat memperkuat perlindungan anak dan menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menambahkan komitmen pemerintah kota untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kota ramah anak dan meningkatkan pendampingan terhadap anak di tengah perkembangan teknologi digital.
Berdasarkan hasil evaluasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) sebanyak 355 kabupaten/kota di Indonesia menerima penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025.
Daerah penerima penghargaan terdiri atas 22 kategori Utama, 69 kategori Nindya, 125 kategori Madya, dan 139 kategori Pratama.
Sementara itu sebanyak 13 provinsi memperoleh penghargaan Provinsi Layak Anak (PROVILA) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen memenuhi hak dan perlindungan anak.
Kota Makassar termasuk salah satu daerah yang meraih predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya. (adm)



