YAKESMA dan IAI SEBI Dorong Transformasi Filantropi Syariah Lewat Dunia Akademik

Kegiatan peresmian gedung kuliah baru Institut Agama Islam (IAI) SEBI Depok, Jawa Barat/Dok. Ist

FAKTAMAKASSAR.ID — Institut Agama Islam (IAI) SEBI bersama Laznas YAKESMA meresmikan gedung pendidikan baru di Kampus IAI SEBI, Depok. Peresmian ini menjadi simbol penguatan kolaborasi dalam pengembangan ekonomi syariah sekaligus komitmen menghadirkan ruang akademik yang mendukung lahirnya generasi unggul dan kompetitif.

Rektor IAI SEBI, Sigit Purnomo, dalam sambutannya mengenang perjalanan panjang institusi yang dipimpinnya. Ia menuturkan bahwa SEBI berawal dari fasilitas yang sederhana hingga kini berkembang dengan luas lahan mencapai 1,6 hektar.

“Kami memulai dari ruang yang terbatas. Kini, dengan izin Allah, kampus SEBI telah berkembang menjadi 1,6 hektar. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi hasil dari kebersamaan dan sinergi berbagai pihak,” katanya dalam keterangan tertulis yang dikutib redaksi, Sabtu (14/2/2026).

Ia menegaskan bahwa perkembangan tersebut lahir dari semangat ukhuwah islamiyah serta dukungan para mitra dan tokoh yang konsisten membersamai perjalanan institusi.

Sementara itu, Direktur Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, berharap kehadiran gedung baru ini dapat memperkuat peran IAI SEBI dalam mencetak generasi berintegritas yang mampu berkontribusi pada penguatan ekosistem zakat dan wakaf nasional.

Sedangkan, Presiden Direktur Halal Network Indonesia (HNI), H. Agung Yulianto, menilai peresmian gedung ini bukan hanya seremoni pembangunan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Kita tidak hanya meresmikan bangunan, tetapi meresmikan tempat lahirnya calon pemimpin masa depan. Investasi terbaik bukan sekadar pada instrumen finansial, tetapi pada manusia,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya nilai IPK — Integritas, Profesionalitas, dan Karakter — sebagai fondasi utama mahasiswa. Menurutnya, perguruan tinggi harus melahirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan mampu memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, CEO Laznas YAKESMA, Dr. Romdlon Hidayat, menyampaikan kuliah umum bertema Filantropi Syariah, Kemanusiaan, dan Pembangunan di hadapan mahasiswa dan dosen.

Ia memaparkan transformasi filantropi Islam di Indonesia yang kini berkembang menjadi instrumen pembangunan yang profesional dan terorganisasi. Pertumbuhan sektor ini pada 2024 didorong oleh digitalisasi penghimpunan dana serta meningkatnya partisipasi korporasi.

Menurutnya, penguatan tata kelola yang transparan, inovasi digital, dan pengembangan program pemberdayaan produktif seperti Green Zakat menjadi kunci menciptakan dampak sosial yang terukur.

“Dengan sinergi kebijakan, integrasi data nasional, dan profesionalisme SDM, zakat dapat menjadi katalisator ketahanan sosial dan ekonomi. Target penghimpunan Rp100 triliun pada 2030 bukan hal yang mustahil,” jelasnya.

Ia menambahkan, visi besar filantropi syariah adalah mendorong transformasi mustahik menjadi muzakki agar tercipta siklus pemberdayaan yang berkelanjutan.

Peresmian gedung baru ini diharapkan menjadi tonggak sinergi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga filantropi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadilan. Gedung tersebut bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol komitmen mencetak generasi berintegritas dan profesional yang siap menjawab tantangan zaman.[mut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *