Kemendag Identifikasi 112 Pasar Rakyat Terdampak Banjir di Sumatra, Perbaikan Segera Dikoordinasikan

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Dok. Ist)

Faktamakassar.id, NASIONAL – Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara resmi mengumumkan data terbaru mengenai dampak bencana alam di wilayah Sumatra. Tercatat, sebanyak 112 pasar rakyat terdampak banjir dan longsor yang tersebar di tiga provinsi. Pemerintah memastikan akan segera melakukan langkah rehabilitasi dengan memprioritaskan lokasi yang mengalami kerusakan paling parah agar roda ekonomi kembali berputar.

Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, merinci sebaran kerusakan fasilitas perdagangan tersebut. Kerusakan paling banyak ditemukan di Provinsi Aceh dengan total 65 pasar, diikuti oleh Sumatera Utara sebanyak 44 pasar, dan Sumatera Barat sebanyak tiga pasar rakyat. Identifikasi ini dilakukan sebagai langkah awal sebelum proses rekonstruksi dimulai.

“Kemarin sudah diidentifikasi berapanya, terus kemarin Pak Dirjen juga sudah komunikasi dengan PU (Kementerian PU) ya, 44 (Sumatera Utara), Sumatera Barat tiga, Aceh 65,” ungkap Menteri Perdagangan Budi Santoso saat ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Jumat.

Dalam penanganannya, Kemendag tidak bekerja sendiri. Budi menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hal ini dikarenakan kewenangan teknis pembangunan dan renovasi fisik pasar berada di bawah naungan Kementerian PU. Peran Kemendag adalah memberikan rekomendasi strategis mengenai pasar rakyat terdampak banjir mana yang mendesak untuk segera diperbaiki.

“Kita identifikasi, nanti mana yang jadi prioritas untuk dibangun. Kita nanti komunikasi dengan PU, biasanya memang PU itu minta rekomendasi dari kami,” terang Budi menjelaskan alur koordinasi antar-kementerian tersebut.

Saat ini, proses pendataan detail terkait tingkat kerusakan masih terus berjalan. Tim di lapangan sedang mengklasifikasikan status kerusakan mulai dari rusak ringan, sedang, hingga rusak berat. Kemendag menekankan bahwa percepatan perbaikan akan difokuskan pada pasar dengan kerusakan signifikan demi memulihkan aktivitas perdagangan masyarakat setempat.

Sebelumnya, dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memaparkan estimasi kebutuhan anggaran pascabencana. Berdasarkan perhitungan awal, dibutuhkan dana sekitar Rp51 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur dasar di wilayah terdampak.

“Secara umum kebutuhan anggaran yang dihitung Kementerian PU untuk rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur di tiga provinsi itu sekitar Rp51 triliun, dengan porsi terbesar di Aceh,” kata AHY usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri terkait Pascabencana Sumatra di Jakarta, Kamis (11/12).

AHY menjelaskan bahwa estimasi anggaran tersebut tidak hanya untuk pasar, melainkan mencakup perbaikan jaringan jalan dan jembatan (bina marga), serta infrastruktur sumber daya air seperti bendung, irigasi, dan tanggul. Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk infrastruktur air bersih, sanitasi, serta prasarana sosial strategis lainnya seperti sekolah dan rumah ibadah yang turut rusak akibat bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *