Kementerian PU Percepat Pembangunan 108 Sabo Dam untuk Kendalikan Banjir di Sumatera

Menteri PU Dody Hanggodo. (Dok. Ist)

Faktamakassar.id, NASIONAL – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di wilayah Sumatera. Fokus utama saat ini adalah penguatan infrastruktur pengendali banjir dan sedimen melalui pembangunan 108 struktur sabo works guna melindungi kawasan hilir secara berkelanjutan.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan bahwa progres penanganan di berbagai sektor telah menunjukkan capaian yang signifikan. Untuk sektor layanan dasar, penyediaan air baku dan air bersih telah mencapai 71 persen, di mana 153 dari 176 unit Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sudah kembali fungsional.

Pemulihan Konektivitas dan Hunian

Dalam sektor konektivitas, jalan dan jembatan nasional dilaporkan sudah berfungsi 100 persen. Sementara itu, perbaikan jalan daerah telah mencapai 93 persen dan jembatan daerah berada pada angka 63 persen. Sektor sumber daya air juga mencatat progres 81 persen dalam penanganan 25 daerah irigasi yang terdampak.

Kementerian PU juga tengah mengejar penyelesaian pembangunan 1.301 unit rumah hunian yang saat ini progresnya rata-rata mencapai 64 persen. Seluruh hunian tersebut ditargetkan selesai pada Februari 2026 agar masyarakat terdampak segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.

“Progres penanganan pasca bencana di wilayah Sumatera menunjukkan capaian signifikan di berbagai sektor,” ujar Dody Hanggodo di Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Strategi Percepatan Sabo Dam

Salah satu prioritas dalam Rehabilitasi Pasca Bencana Sumatera adalah pembangunan infrastruktur pengendali material hulu sungai. Sebanyak 108 struktur sabo works, yang terdiri dari 98 unit sabo dam dan 10 unit sand pocket, sedang dibangun di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara untuk mengantisipasi bencana susulan.

Pembangunan ini menggunakan model design and build agar proses konstruksi berjalan lebih cepat. Langkah ini diambil sebagai bentuk kewaspadaan pemerintah terhadap potensi pengulangan bencana alam di wilayah tersebut.

“Ada sekitar 100 sabo dam yang akan kita bangun di Aceh dan Sumatera Utara. Memang belum waktunya, tapi kami takut kejadian ini akan kembali berulang, sehingga kita lakukan percepatan pembangunan sabo dam dengan model design and build. Mudah-mudahan dalam waktu 2–3 bulan, tepatnya ada 108 sabo dam di tiga provinsi bisa kita bangun dan selesaikan,” jelas Dody.

Melalui Rehabilitasi Pasca Bencana Sumatera yang terintegrasi, Kementerian PU berkomitmen memastikan pemulihan infrastruktur berjalan adaptif dan berkelanjutan. Kolaborasi bersama pemerintah daerah terus diperkuat agar seluruh fasilitas umum dan layanan dasar dapat dinikmati kembali oleh masyarakat secara optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *