FAKTAMAKASSAR.ID, NASIONAL – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya semakin dekat menuju kemungkinan tercapainya kesepakatan baru AS dan Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Trump dalam sebuah sesi wawancara bersama Lara Trump yang ditayangkan di stasiun televisi Fox News.
Trump menilai perkembangan proses negosiasi yang saat ini berjalan lambat tetap mengarah kepada hasil akhir yang positif.
Ia menegaskan bahwa proses perundingan antardua negara tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa jika ingin menghasilkan perjanjian yang benar-benar baik.
“Jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan menghasilkan kesepakatan yang baik. Dan perlahan tapi pasti, saya rasa, kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan mengakhirinya dengan cara yang berbeda,” kata Trump.
Pernyataan terkait negosiasi ini muncul di tengah ketegangan yang masih menyelimuti hubungan antara Washington dan Teheran pascakonflik militer beberapa bulan lalu.
Pasukan militer Amerika Serikat bersama Israel sebelumnya telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target vital di ibu kota Teheran pada tanggal 28 Februari lalu.
Serangan mematikan tersebut dilaporkan merenggut nyawa lebih dari tiga ribu orang serta menyebabkan kerusakan infrastruktur dalam skala besar di wilayah Iran.
Situasi yang sempat memanas tersebut akhirnya berhasil mereda setelah kedua belah pihak secara resmi mengumumkan pemberlakuan gencatan senjata pada 8 April.
Kesepakatan penghentian sementara konflik bersenjata itu secara otomatis membuka peluang besar bagi kembali berjalannya jalur diplomasi.
Namun upaya perundingan damai yang sempat digelar di Islamabad belum menghasilkan kesimpulan yang jelas terkait langkah lanjutan menuju penyelesaian konflik.
Ketegangan antara kedua negara belum sepenuhnya mereda meskipun tidak ada laporan mengenai kembalinya aksi militer setelah gencatan senjata diberlakukan.
Pemerintah Amerika Serikat diketahui mulai menerapkan blokade secara ketat terhadap sejumlah pelabuhan yang menjadi jalur logistik Negara Iran.
Tindakan penutupan akses maritim tersebut dinilai publik internasional semakin menambah tekanan ekonomi dan politik yang kuat terhadap otoritas Teheran.
Trump mengisyaratkan bahwa opsi lain di luar jalur diplomatik tetap terbuka lebar apabila negosiasi kesepakatan baru AS dan Iran gagal diwujudkan.
Perkembangan hubungan antarkedua negara ini terus menjadi perhatian utama dunia karena berdampak langsung terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan perekonomian global.















